(0362) 21440
dkpp@bulelengkab.go.id
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan

30 POKLAHSAR IKUTI TEKNOLOGI PENGOLAHAN DENGAN MENGGUNAKAN MOBIL ATI

Admin dkpp | 24 Juni 2015 | 708 kali

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng mengadakan Sosialisasi Teknologi Pengolahan Dengan Menggunakan Mobil ATI (Alih Teknologi dan Informasi). Sosialisasi dilaksanakan di ruang rapat kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Buleleng jam 11.00 wita (23/6). Diikuti oleh 30 orang dari Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) yang ada di Kabupaten Buleleng.

Sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng, Ir. Nyoman Sutrisna, MM. Dalam sambutannya dikatakan, sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi teknologi pengolahan dengan menggunakan mobil ATI, karena kegiatan ini dapat mengaplikasikan misi pembangunan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng. Disebutkan, dengan ATI dapat memberikan nilai tambah olahannya, sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat, khususnya  poklahsar. “dari kekurangan yang dimiliki poklahsar, agar Dinas Provinsi memberikan tambahan teknologi pengolahan, dan kedepannya pembinaan yang dilakukan terus berlanjut,” harap kadiskanla dipenghujung sambutannya.

Selanjutnya, dari Tim Penggerak PKK Provinsi Bali  Cok Asiningsih, mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan materi tentang manfaat ikan bagi kesehatan. Dikatakan, bagaimana anak kita bisa sedini mungkin mengkonsumsi ikan. Karena ikan mengandung omega 3, omega 6, dan omega 9 yang sangat baik untuk pertumbuhan otak, melancarkan pencernaan, dan menguatkan jantung. Disamping itu, Cok Asiningsih menyampaikan pentingnya memilih bahanbaku yang layak dikonsumsi, dan cara mengolah ikan agar anak tidak bosan untuk mengkonsumsi ikan.

Usai sosialisasi, dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan makanan dari bahan baku ikan, yang sudah disiapkan dalam mobil ATI beserta peralatan pengolahan yang hygienis. Instruktur pengolahan yang didatangkan dari Denpasar, Made Sanjaya, sebagai Ketua Kelompok Mina Sari Nadi yang pernah meraih juara I UKM tahun 2013.  Sebelum Made Sanjaya mendemonstrasikan cara mebuat nugget, kaki naga, risoles, dan lompia, diberikan juga materi sekaligus motivasi kepada peserta. Para peserta mengikuti dengan serius proses pegolahan tersebut, dari persiapan bahan, teknik mengolah hingga terwujud makanan siap saji.

Pimpinan kegiatan, Komang Dewi Nuryani, Kasi Pengolahan dan Pembinaan Mutu Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali mengatakan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan inspirasi kepada pengolah ikan dalam mengembangkan produknya dan bisa bersaing di pasar nasional bahkan internasional. “Harapan saya, pengolah bisa memproduksi makanan yang sehat minimal bagi keluarganya dan mengembangkan industri keluarga” imbuhnya.

Made Ginastri, dari Kelompok Sari Mina Segara Desa Sangsit, saat ditanya terkait kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan bagi kelompok pengolah untuk mengembangkan jenis olahannya. “tetapi bagaimana dari segi bisnisnya, karena keuntungan adalah yang terpenting bagi kelompok dalam memilih jenis kegiatan yang akan dilaksanakan,” tanya ginastri. (Adm)