(0362) 21440
dkpp@bulelengkab.go.id
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan

Pemanfaatan Gula Kelapa untuk Mengurangi Impor Gula Pasir

Admin dkpp | 07 April 2022 | 94 kali

Pada program Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan Volume 13 mengangkat tema mengurangi impor gula. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nusryamsi, mengatakan, sebenarnya gula kelapa atau gula aren dapat menggantikan gula pasir, bahkan jenis gula yang berasal dari aren ini dinilai lebih sehat.

“Kurangi impor gula, beralih ke gula aren dan kelapa yang memiliki potensi luar biasa dan juga lebih sehat,” tutur Dedi seperti dilansir dari laman cybex.pertanian.go.id.

Tanaman aren termasuk komoditas perkebunan yang dapat menghasilkan produk pangan dan nonpangan. Produk tersebut dicari-cari oleh konsumen yang berasal dari dalam negeri ataupun luar negeri. Gula kelapa termasuk salah satu olahan nira yang sering dijadikan bahan makanan dan minuman yang sehat.

Manfaat lain dari tanaman aren yang tidak kalah penting adalah berfungsi sebagai konservasi hutan dan lahan yang dapat berguna untuk mengendalikan tata air tanah dan mencegah terjadinya erosi.

Narasumber lainnya pada Ngobras, yakni Duta Petani Milenial, Rayndra Syahda, mengatakan saat ini peternakan miliknya menggunakan pakan kering yang berasal dari bahan-bahan organik. Limbah yang berasal dari peternakannya diolah menjadi pupuk yang akan diberikan untuk tanaman kelapa, pisang, pepaya, dan pakan ternak. Upaya tersebut membuat kelapa yang dihasilkan semakin banyak. Kelapa merupakan salah satu sumber daya alam yang bisa diolah menjadi gula semut.

Produk turunan kelapa disebut sebagai gula semut karena bentuknya mirip seperti rumah semut yang bersarang di tanah. Bahan dasar pembuatan gula semut adalah nira dari pohon kelapa atau pohon aren.

Dengan mengonsumsi gula kelapa yang dihasilkan oleh produsen-produsen dalam negeri, penggunaan gula putih yang berasal dari tebu bisa dikurangi sehingga impor gula pun berkurang.

Sebelumnya, pemerintah pernah mengeluarkan program percepatan swasembada gula konsumsi pada 2023. Program tersebut memuat ekstensifikasi berupa penambahan areal baru sebanyak 50 ribu hektare. Penambahan lahan diharapkan dapat meningkatkan produksi gula konsumsi sebanyak 359 ribu ton.

Sumber : https://www.pertanianku.com/pemanfaatan-gula-kelapa-untuk-mengurangi-impor-gula-pasir/