(0362) 21440
dkpp@bulelengkab.go.id
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan

SiCatfish, Aplikasi Konsultasi Perikanan KKP

Admin dkpp | 11 Juli 2022 | 42 kali

Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Jambi, baru saja meluncurkan inovasi terbarunya berupa aplikasi yang bernama SiCatfish pada (28/6). SiCatfish merupakan akronim dari Sistem Informasi Via Chating, Efisien, dan Humanis. Aplikasi ini bertujuan membuat pelayanan jadi lebih cepat dan responsif. Selain itu, inovasi ini juga langsung terhubung dengan sistem WhatsApp Gateway yang dapat melayani 24 jam. 

Melalui inovasi DJPB yang dikembangkan BPBAT Sungai Gelam, masyarakat dapat berkonsultasi budidaya ikan secara online. Masyarakat juga bisa memesan benih dan induk lewat aplikasi ini.

Aplikasi juga dilengkapi dengan fitur auto reply untuk pelayanan interaktif sehingga pertanyaan masyarakat bisa dijawab secara otomatis sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, informasi laboratorium, pesan induk dan benih, praktik dan magang, daftar layanan konsultasi, info harga induk dan benih, serta layanan pengaduan. Tentang laboratorium, masyarakat bisa mengetahui info pengujian laboratorium dan info hasil pengujian. Adapun untuk produk budidaya, masyarakat bisa mengetahui info harga ikan dan pemesanan produk budidaya. Untuk pengaduan, masyarakat bisa melakukan laporan pengaduan, menyalurkan aspirasi, serta melakukan permohonan infornasi dan konsultasi.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, KKP, Tb. Haeru Rahayu, meminta agar aplikasi SiCatfish bisa segera digunakan oleh masyarakat.

“Kami apresiasi, dengan launching SiCatfsih sehingga kita bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tutur Tb. Haeru seperti dilansir dari laman kkp.go.id.

Kepala BPBAT Sungai Gelam, Andy Artha, mengungkapkan, peluncuran SiCatfish sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik dan pembangunan zona integritas di wilayah kerja KKP.

“Dengan adanya inovasi SiCatfish, semoga dapat mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi. Selain itu, menjadi acuan penilaian pelayanan di BPBAT Sungai Gelam,” papar Andy.

Menurut Edwin Novilwan, penyuluh perikanan di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, inovasi ini sangat membantu tugasnya dalam memberikan pendampingan kepada pembudidaya.

“Dengan adanya inovasi SiCatfish, Alhamdulillah saya sangat terbantu perihal pencegahan dan penyebaran penyakit ikan. Sehingga masalah yang terjadi di pembudidaya cepat tertangani dan dapat dicegah, sehingga tidak sampai terjadi kematian massal pada budidaya ikan lele,” terang Edwin.

Sumber : https://www.pertanianku.com/sicatfish-aplikasi-konsultasi-perikanan-kkp/