Senin, 10 Maret 2025 - Bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Buleleng I Gede Putra Aryana, S.Sos., MAP bersama jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Zoom Meeting Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Pembahasan Antisipasi Cuaca Ekstrem pada periode hari raya Idul Fitri 1446 H Tahun 2025. Rapat dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dengan melibatkan unsur kementerian/lembaga serta jajaran instansi pemerintah daerah.
Pada minggu pertama bulan Maret 2025 terdapat 33 provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), dan hanya 4 provinsi yang mengalami penurunan IPH serta 1 provinsi dengan kondisi IPH yang stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas yang berperan dan memicu terjadinya kenaikan IPH yaitu cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras.
Secara nasional rata-rata harga cabai rawit pada awal Maret ini berada diatas rentang Harga Acuan Penjualan (HAP), dengan kenaikan harga yang dialami sebesar 26,27% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, untuk rata-rata harga Minyakita pada awal Maret ini masih berada diatas harga eceran tertinggi (HET), walaupun secara umum mengalami penurunan harga sebesar 0,72% dibandingkan bulan Februari lalu.
Selanjutnya, terkait langkah - langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana Hidrometeorologi yang perlu dilaksanakan khususnya pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2025 yaitu diantaranya melakukan penetapan status siaga darurat bagi daerah yang rawan banjir/longsor, serta melakukan pemantauan debit sungai maupun tinggi permukaan air pada tanggul dan saluran drainase disaat hujan.
Perlu kewaspadaan saat masa transisi musim dari hujan ke kemarau atau biasa dikenal dengan PANCAROBA. Karakteristik cuaca selama periode transisi ini adalah kejadian hujan lebat dalam durasi singkat yang disertai dengan petir dan angin kencang.