(0362) 21440
dkpp@bulelengkab.go.id
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan

Petani di Desa Lemukih Manfaatkan Trichoderma untuk Mengatasi Penyakit Tanaman

Admin dkpp | 18 April 2022 | 56 kali

 Petani di Desa Lemukih, Subak Babakan Lemukih membuat Trichoderma untuk mengatasi beberapa penyakit yang menyerang tanaman, seperti jamur akar putih pada tanaman cengkih dan penyakit busuk pangkal batang pada tanaman vanili.

Trichoderma sp. adalah jenis jamur yang dikethui dapat membunuh jamur lain dengan cara spora Trichoderma menempel pada badan jamur lain. Selanjutnya, spora Trichoderma membentuk hifa (benang spora) yang akan mengikat dan menggulung jamur lain hingga jamur penyebab penyakit mati.

Pengendalian penyakit dengan Trichoderma merupakan pilihan alternatif yang dilakukan secara alami. Dengan begitu, petani tak perlu menggunakan fungisida kimia yang dapat meninggalkan residu bahan kimia sehingga hasil perkebunan yang didapatkan jauh lebih sehat.

Melansir dari cybex.pertanian.go.id, berikut ini cara membuat Trichoderma yang dilakukan oleh petani di Desa Lemukih.

Alat yang dibutuhkan:

  • Gunting
  • Kukusan nasi
  • Kompor
  • Plastik
  • Timbangan
  • Nampan
  • Sendok

Bahan yang dibutuhkan:

  • Beras 1 kg
  • Isolat Trichoderma 1 tabung
  • Air bersih

Cara membuat:

  • Cuci beras dengan air bersih.
  • Kukus beras menjadi setengah matang,pengukusan kurang lebih dilakukan selama 15 menit.
  • Dinginkan beras yang sudah setengah matang.
  • Setelah dingin, masukkan beras ke kantong plastik sebanyak 250 gram kemudian diikat.
  • Kukus kembali nasi yang sudah dikemas ke dalam kantong plastik selama 10 menit.
  • Dinginkan nasi pada nampan hingga benar-benar dingin.
  • Sterilkan sendok dengan cara dipanaskan di atas kompor.
  • Gunakan sendok yang sudah steril untuk memasukkan isolat jamur Trichoderma sp. sebanyak sepertiga sendok teh.
  • Campurkan isolat jamur Trichoderma sampai rata dengan beras, kemudian ikat
  • Beras yang sudah diberikan jamur Trichoderma langsung disusun pada nampan dan diletakkan pada kondisi yang terhindar dari sinar matahari. Beras didiamkan selama 5–7 hari. Biasanya, di hari ke-5 jamur sudah tumbuh dan berwarna hijau, kemudian di hari ke-7 warna hijau tersebut sudah terlihat merata di seluruh permukaan media.
  • Jamur sudah siap digunakan.
  • Melansir dari cybex.pertanian.go.id, berikut ini cara membuat Trichoderma yang dilakukan oleh petani di Desa Lemukih.

    Alat yang dibutuhkan:

    • Gunting
    • Kukusan nasi
    • Kompor
    • Plastik
    • Timbangan
    • Nampan
    • Sendok

    Bahan yang dibutuhkan:

    • Beras 1 kg
    • Isolat Trichoderma 1 tabung
    • Air bersih

    Cara membuat:

    • Cuci beras dengan air bersih.
    • Kukus beras menjadi setengah matang,pengukusan kurang lebih dilakukan selama 15 menit.
    • Dinginkan beras yang sudah setengah matang.
    • Setelah dingin, masukkan beras ke kantong plastik sebanyak 250 gram kemudian diikat.
    • Kukus kembali nasi yang sudah dikemas ke dalam kantong plastik selama 10 menit.
    • Dinginkan nasi pada nampan hingga benar-benar dingin.
    • Sterilkan sendok dengan cara dipanaskan di atas kompor.
    • Gunakan sendok yang sudah steril untuk memasukkan isolat jamur Trichoderma sp. sebanyak sepertiga sendok teh.
    • Campurkan isolat jamur Trichoderma sampai rata dengan beras, kemudian ikat
    • Beras yang sudah diberikan jamur Trichoderma langsung disusun pada nampan dan diletakkan pada kondisi yang terhindar dari sinar matahari. Beras didiamkan selama 5–7 hari. Biasanya, di hari ke-5 jamur sudah tumbuh dan berwarna hijau, kemudian di hari ke-7 warna hijau tersebut sudah terlihat merata di seluruh permukaan media.
    • Jamur sudah siap digunakan.

    Sumber : https://www.pertanianku.com/petani-di-desa-lemukih-manfaatkan-trichoderma-untuk-mengatasi-penyakit-tanaman/