(0362) 21440
dkpp@bulelengkab.go.id
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan

Kekurangan dan Kelebihan Akuaponik sebagai Solusi Lahan Sempit

Admin dkpp | 02 Februari 2022 | 753 kali

Anda pasti tidak asing dengan istilah akuaponik yang saat ini populer, setelah sistem bertanam yang terintegrasi dengan budidaya ikan ini mulai dilakukan oleh masyarakat karena dinilai dapat mengefisiensikan lahan. Pada dasarnya, masing-masing teknik bertanam memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Begitu pun dengan akuaponik, berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan akuaponik.

Kelebihan

Landasan teori akuaponik adalah memadukan antara ikan, tanaman, dan matahari. Ikan berperan sebagai penghasil pupuk cair alami dan tanaman berperan sebagai biofilter. Tanaman juga berperan sebagai pemanfaat hasil gas yang ditimbulkan oleh hasil ekskresi/kotoran ikan. Sementara itu, matahari berperan sebagai sumber energi untuk pertumbuhan tanaman dan ikan.

Matahari berperan meningkatkan zooplankton dan fitoplankton di dalam air. Kedua mikroorganisme ini memiliki peran penting terhadap pertumbuhan tanaman dan ikan.

Sistem akuaponik dapat membuat tingkat kematian ikan lebih rendah, produksi meningkat, dan waktu pemeliharaan lebih singkat. Apabila kualitas air terus terjaga dengan baik, kemungkinan besar pertumbuhan ikan dan sayuran juga ikut baik.

Akuaponik membuat sistem resirkulasi dapat berlangsung di tempat atau wadah yang terbatas. Volume air yang digunakan pun tidak begitu besar karena air dapat digunakan kembali.

Kelemahan

Sistem yang terintegrasi ini sangat bergantung pada listrik karena aliran air digerakkan oleh pompa air. Apabila tidak ada listrik, sirkulasi tidak bisa berjalan dengan baik sehingga menyebabkan kualitas air memburuk. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tingkat keasaman meningkat dan menyebabkan kematian pada ikan.

Modal yang digunakan untuk membuat instalasi akuaponik terbilang cukup besar. Pasalnya, Anda harus membeli genset yang berfungsi menyediakan cadangan listrik ketika tidak ada aliran listrik dari sumber utama. Namun, genset bisa diakali dengan menerapkan akuaponik sistem pengaliran air tergenang sehingga akar tidak kering.

Sistem ini harus dijalankan dengan seseorang yang sudah terampil, serta mengerti sifat dan karakteristik jenis ikan yang dibudidayakan. Pekerja juga harus menguasai teknik manajemen atau pengaturan kualitas air. Pekerja tersebut harus bisa menghitung jumlah pakan yang tepat. Sarana yang dibutuhkan harus tersedia lengkap dan sesuai dengan padat tebar ikan.

Sumber : https://www.pertanianku.com/kekurangan-dan-kelebihan-akuaponik-sebagai-solusi-lahan-sempit/